Belajar tentang Amingdala
1. Mengatur respon terhadap ancaman Meskipun amigdala berperan dalam berbagai emosi, tetapi rasa takut merupakan emosi utama yang dikendalikan oleh amigdala. Hal ini dimungkinkan karena amigdala memproses informasi dari penglihatan dan pendengaran. Nantinya, informasi tersebut akan digunakan untuk mempelajari apa yang dianggap berbahaya. Oleh karena itu, fungsi ini berkaitan dengan peran amigdala sebagai pengatur respon terhadap ancaman. Respon ini bisa muncul dalam bentuk perlawanan atau menjauh dari ancaman (fight or flight). 2. Pembentukan ingatan (memori) Amigdala juga berperan dalam pembentukan ingatan, terutama ingatan emosional. Fungsi ini dijalankan bersama struktur otak lainnya, yakni hipokampus. Meskipun hipokampus memainkan peran penting dalam ingatan, tetapi amigdala memperkuatnya dengan menghubungkan ingatan dengan emosi tertentu. Oleh karena itu, semakin kuat ikatan emosional seseorang terhadap suatu ingatan, semakin kuat pula amigdala dalam mempertahankan dan memunculkan emosi tersebut. 3. Mendukung perilaku sosial Selain menguatkan fungsi memori, amigdala juga berperan penting dalam mendukung perilaku sosial. Hal ini bisa terjadi karena amigdala memberikan makna positif atau negatif pada suatu momen atau fenomena tertentu. Nantinya, informasi tersebut akan digunakan untuk mendorong kemampuan kognitif dalam berperilaku secara sosial 4. Pembelajaran insting bertahan hidup Fungsi amigdala juga muncul dalam pembelajaran insting bertahan hidup, seperti rangsangan nafsu makan dan hasrat seksual. Hal ini bisa terjadi karena amigdala mampu mempelajari dan memperkuat rangsangan atau stimulus bawaan, sehingga bermanfaat untuk pembelajaran insting bawaan. Amigdala dan Gangguan yang Bisa Terjadi Ada banyak gangguan yang bisa terjadi pada amigdala. Kondisi ini umumnya dapat mengganggu proses membentuk emosi dan memori. Oleh karena itu, gangguan ini biasanya dikaitkan dengan gangguan mental dan perkembangan otak. Amigdala yang mengalami kerusakan pada dasarnya menyebabkan ketidakmampuan dalam memproses ketakutan dengan tepat. Hal ini bisa ditandai dengan respon ketakutan yang berlebihan atau respons rasa takut yang tidak tepat. Respons emosi yang tidak tepat bisa terjadi ketika hilangnya kontrol terhadap respon emosi. Dalam kondisi ini, amigdala mengambil alih fungsi otak dalam merespons fenomena yang terjadi. Gangguan ini disebut sebagai amygdala hijack, yakni istilah yang digunakan untuk respon emosional terhadap suatu fenomena karena kehilangan kemampuan untuk mengontrolnya. Selain itu, gangguan amigdala juga dapat memengaruhi respons ketakutan yang berlebih. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita gangguan kecemasan. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa amigdala lebih aktif pada penderita gangguan stres pasca trauma (PTSD). Gangguan ini bisa terjadi karena adanya pengalaman traumatis. Hal ini membuat amigdala mengaktifkan respons stres dan perasaan takut yang terlalu kuat terhadap ingatan tertentu. Oleh karena itu, kontrol rasa takut dan cemas menjadi tidak tepat dan menimbulkan kecemasan berlebih. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang berhubungan dengan kerusakan amigdala, seperti: Gangguan memori Sulit mendeskripsikan rasa takut Gangguan kecemasan Gangguan panik Kecanduan fobia, seperti mysophobia Mengingat besarnya peran amigdala dalam proses emosi, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan amigdala dan bagian otak secara keseluruhan. Caranya adalah rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres dengan baik, serta menghindari rokok, minuman beralkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Jika Anda mengalami keluhan atau gejala yang dicurigai sebagai gangguan yang terjadi pada amigdala, jangan ragu untuk mengonsultasikannya kepada dokter melalui Chat Bersama Dokter. Jika diperlukan, dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan secara langsung dan agar penanganannya dapat diberikan sesuai dengan kondisi Anda.https://www.alodokter.com/amigdala-kenali-fungsi-dan-gangguan-yang-bisa-terjadi
Mempelajari Cara Kerja Alam Semesta
Mempelajari Cara Kerja Alam Semesta mereka dapat berpikir tentang dunia layaknya orang dewasa untuk pertama kalinya, mereka haus akan pengetahuan tentang dunia ini, sebagian besar mereka bertanya, bagaimana cara kerja dunia baru yang besar dan indah ini, apa saja aturan yang berlaku Ada satu momen yang biasanya muncul diam-diam saat anak-anak mulai beranjak besar. Tiba-tiba saja, mereka tidak lagi cuma mengangguk terima saat kita bilang langit itu biru atau es itu mencair. Mata mereka mulai memicing menyelidik. Mereka mulai membongkar mainan mekaniknya sampai rusak, mengamati tetesan embun di luar gelas dingin, atau diam-diam mencampur sabun dan berbagai bahan di dapur. Di fase inilah mereka mulai benar-benar mempelajari cara kerja alam semesta. Mereka dapat berpikir tentang dunia layaknya orang dewasa untuk pertama kalinya, mereka haus akan pengetahuan tentang dunia ini, sebagian besar mereka bertanya, bagaimana cara kerja dunia baru yang besar dan indah ini, apa saja aturan yang berlaku? Mereka baru saja menyadari bahwa hal-hal di sekeliling mereka tidak digerakkan oleh sihir atau kebetulan, melainkan oleh pola dan logika. Pikiran mereka sedang mekar, menuntut pembuktian nyata dan bukan sekadar hafalan. Sayangnya, saat menghadapi kehausan ini, insting kita sebagai orang dewasa sering kali keliru. Kita terlalu sibuk menyuapi mereka dengan jawaban instan dari kepala kita, atau malah mengomel karena mereka membuat ruangan berantakan. Padahal, bagi mereka, benda-benda rumah tangga sehari-hari adalah alat penelitian yang serius. Sebuah meja yang tadinya hanya tempat menaruh buku, kini disulap menjadi sebuah lab kecil di ujung meja—tempat mereka membuktikan sendiri hukum sebab-akibat. Jadi, ketika mereka datang membawa sebuah pertanyaan besar tentang hal-hal di sekitarnya, cobalah tahan dorongan untuk langsung bertindak layaknya kamus berjalan. Tersenyumlah, dan lemparkan pertanyaannya kembali dengan hangat: "Wah, menarik ya. Kalau menurut kamu sendiri, kenapa bisa begitu?" Biarkan mereka menebak dan meraba-raba logikanya. Biarkan mereka merasa menjadi seorang penemu sungguhan. Sebab, justru melalui obrolan-obrolan sederhana seperti itulah kita sedang menjaga nyala rasa ingin tahu mereka agar terus hidup. 157 tBC156
Ruang Perubahan
Manusia kerap kali luput menyadari kapan waktu yang tepat untuk berubah. Sebagian membiarkan perubahan terjadi di depan mata dan mendiamkannya, sebagian lagi bersikeras menolak diubah, dan tidak sedikit yang keliru berpikir bahwa perubahan baru dipikirkan saat krisis sudah melanda. Padahal, ketika krisis telah tiba, mengubah arah layaknya memutar kemudi kapal yang tengah karam—hampir mustahil dilakukan. Perubahan tidak akan pernah bergulir dengan sendirinya; ia menuntut kesadaran dan manajemen kendali yang utuh. Sejarah telah lama bersaksi tentang kemunduran peradaban yang terjadi perlahan tapi pasti karena keengganan beradaptasi. Runtuhnya kedigdayaan Sriwijaya adalah sebuah pengingat yang nyata. Ketika jalur niaga Tiongkok tak lagi mengandalkan mereka sebagai pelabuhan tunggal, kebesaran itu perlahan pudar. Sesuatu hancur bukan semata karena serangan yang keras, melainkan karena keangkuhan untuk tetap diam saat semesta menuntut perubahan. Namun, di sisi lain, selalu ada ruang bagi peradaban—maupun individu—yang memilih bergerak ke arah positif karena berani menyambut perubahan itu sendiri. Dari segala aral dan terjal masa lalu itulah, kita memanen ilmu kebijaksanaan. Berjumpa dengan banyak nyawa—baik wajah lama maupun sosok baru—serta menyimak narasi mereka dari sudut pandang yang beragam, perlahan mematangkan jiwa ini. Cerita-cerita itu menjadi cermin yang merefleksikan makna kehidupan yang sesungguhnya. Perlahan-lahan, kutinggalkan satu per satu pemahaman usang yang dulu membelenggu batin. Melalui interaksi dan perenungan, aku menyadari bahwa untuk menjadi diri sendiri, tidak perlu ada pembuktian yang disajikan untuk orang lain. Aku tidak berutang validasi kepada siapa-siapa. Kini, untuk setiap persimpangan dan keputusan dalam hidup, akulah pemegang kendali utamanya. Tidak perlu lagi menimbang pencapaianku dengan timbangan milik orang lain, tidak perlu memaksakan langkah agar selaras dengan ritme siapa pun, dan tak ada lagi keharusan yang melelahkan untuk tampil lebih unggul dari mereka. Pada akhirnya, aku adalah pemenang atas diriku sendiri. Sebuah entitas yang merdeka, di mana tidak ada satu hal pun di dunia ini yang benar-benar sepadan untuk dibandingkan dengan perjalanan diri ini.by denny suprianto
Var Let dan Const apa bedanya ?
Var Let dan Const Mereka semua adalah keyword atau kata kunci yang digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel pada JavaScript, walaupun ketiganya digunakan sebagai keyword untuk deklarasi variabel, bukan berarti mereka itu sama loh! Yang bener? Yes Serius banget ini, kalau kamu gak percaya yuk kita kupas satu per satu. Var Pada zaman dahulu.. untuk membuat variabel kita menggunakan keyword var, awalnya sih semua baik baik saja dan berjalan dengan sangat amat terkendali, akan tetapi permasalah muncul, bayangkan dengan keyword var, kamu bisa membuat variabel dengan nama yang sama, tapi gak muncul error, bukan hanya error, saya jamin kamu sebagai developer akan pusing 7 keliling sambil berkata "loh yang mana yang harus aku gunakan ini" inilah yang dinamakan dengan fenomena ambigusitas code, jadi developer bingung mau gunakan yang mana, selain ambigusitas code, ada juga fenomena hosting, Nah sampai sini, munculah super hero baru untuk menaklukan dunia (waduh) bernama let Let Let, bisa dikatakan adalah penyempurna dari pada var itu sendiri, dengan let ketika kamu mendeklarasikan nama variabel yang sama maka akan terjadi error, dan let telah menyelematkan si developer. Let ini mulai muncul di eranya kepemimpinan javascript modern atau biasanya disebut sebagai ES6. Selanjutnya ada lagi yang bernama const. Const Const ini bisa dibilang superhero yang sangat sensitif! Saking sensitifnya kalau kamu mau upgrade nilai dari variabel ini, akan langsung dimarahin "udah jelas jelas pakai const masih aja diupdate hadeh, developer developer". Yup sesuai namanya const berarti constant atau bernilai tetap, artinya kita tidak bisa mengubah isi dari variabelnya, berbeda dengan var dan let. lalu manakah yang lebih baik? Menurut convention standar yang dilakukan oleh javascript developer diseluruh dunia, kita harus biasakan untuk menggunakan let dan untuk variabel yang bersifat tetap nilainya, semisal rumus matematika, API KEY, menggunakan const. Hmm apalagi ya? Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan, tapi saya lihat-lihat projectmu itu belum selesai, ayo selesaikan dulu, dan kita lanjutkan belajar esok hari,
Apa itu Growth Mindset dan Bisakah Diterapkan pada Anak?
Agar anak tumbuh menjadi sosok yang giat belajar dan berpikir kritis, Mama perlu menanamkan growth mindset sejak dini. Yuk, cari tahu manfaat dan cara membentuknya! Apa Itu Growth Mindset? Growth mindset adalah pola pikir yang memandang keberhasilan atau kesuksesan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan berkelanjutan. Anak dengan pola pikir ini cenderung memiliki kemauan yang kuat untuk terus berupaya mengasah bakat dan keterampilan yang ia miliki. Ia juga bisa memandang tantangan sebagai peluang untuk mengeksplorasi dan memperkaya kemampuan diri. Itu kenapa mindset ini juga sering disebut mindset 'I Can Do Anything’. Manfaat Growth Mindset untuk Anak Selain menjadi sosok yang pantang menyerah, memiliki pola pikir positif ini akan membantu anak untuk: 1. Memiliki Persepsi Positif tentang Kecerdasan Pola pikir “I Can Do This!” membantu anak-anak memahami bahwa kecerdasan bakat alami yang mereka miliki sejak lahir hanyalah sebuah permulaan. Berbekal pada pola pikir ini, si Kecil akan terus giat belajar dan berusaha mengembangkan kualitas-kualitas diri yang sudah dimiliki untuk meraih tujuan apa pun yang mereka inginkan. 2. Lebih Siap Hadapi Masa Depan Orangtua perlu memahami bahwa dunia berubah dengan sangat dinamis, terutama setelah teknologi komputer dan internet semakin canggih. Untuk menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat dan bisa meraih kesuksesan di masa depan, anak perlu memiliki kemauan untuk terus belajar. Dengan begitu ia menguasai banyak keterampilan baru, lebih kreatif, berpikir lebih kritis, dan bisa bersikap lebih proaktif dalam situasi yang belum pernah dihadapinya. 3. Bisa Menghadapi Kegagalan Growth mindset juga membantu anak memiliki mental yang kuat sejak kecil. Sebab, pola pikir “I can do anything!” mendorong si Kecil untuk menghadapi kegagalan sebagai hal yang wajar. Si Kecil akan melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai kekalahan tak terhindarkan yang membuat ia lebih baik berhenti saja. Dengan pandangan ini, si Kecil dapat bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau kesulitan hingga pada akhirnya mencapai hasil yang diinginkan. 4. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Lebih Baik Anak dengan growth mindset mungkin tetap akan merasa sedih ketika mengalami kegagalan. Akan tetapi, ia tidak akan berlarut-larut dalam rasa frustasi dan kecewa. Pola pikir ini juga memungkinkan si Kecil untuk tetap tenang, fokus, dan bersikap konstruktif dalam menghadapi saran atau kritikan dari orang lain. Mental yang positif dan kuat inilah yang memungkinkan si Kecil tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berani, tangguh, dan selalu siap menghadapi tantangan di masa depan. 5. Memiliki Performa Akademik yang Lebih Baik Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa memiliki pola pikir ini membantu anak memiliki performa akademik yang lebih baik di sekolah nanti. Tidak mengherankan, ya, Ma, karena dengan pola pikir ini anak meyakini kecerdasan dan kemampuan kita dapat ditingkatkan dengan usaha yang konsisten dan strategi yang tepat. Jadi, ia akan meluangkan waktu dan perhatian lebih banyak untuk belajar demi meraih pencapaian yang lebih tinggi dan anak lebih pintar di sekolah
Logika, Matematika, dan Kecerdasan Buatan (AI)
Ketika mendengar kata Information Technology (IT) atau Teknologi Informasi, bayangan yang sering muncul di benak banyak orang adalah seseorang yang duduk di depan layar gelap, mengetik baris kode yang tak bisa dibaca, atau sekadar "orang yang bisa memperbaiki printer dan WiFi". Faktanya, IT adalah sebuah ekosistem raksasa. Menjadi seorang praktisi IT tidak hanya menuntut pemahaman tentang bahasa pemrograman, tetapi juga penguasaan berbagai disiplin ilmu lain yang berpadu menjadi satu harmoni digital. Di balik sebuah sistem yang berjalan mulus, ada banyak cabang ilmu yang bekerja di belakang layar. 1. Logika, Matematika, dan Kecerdasan Buatan (AI) Bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, atau PHP hanyalah alat. Inti dari pemrograman adalah logika dan algoritma, yang berakar kuat pada matematika. Ketika IT menyentuh ranah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau Computer Vision, ilmu yang digunakan meluas ke probabilitas, statistika, dan kalkulus. Membangun sistem pelacakan objek waktu-nyata (misalnya menggunakan model seperti YOLOv8) untuk mendeteksi pergerakan kamera bukanlah sekadar "koding", melainkan melatih mesin untuk "melihat" dan "berpikir" secara matematis.
Apa Itu Webhook & Cara Menggunakannya
ada yang sulit membedakannya dengan application programming interface (API) dengan webhook.Mungkin selama ini Anda hanya tahu menggunakan sistem dalam aplikasi tanpa mengetahui apa fungsi dan bagaimana cara menggunakannya. Apa Itu Webhook Webhook secara umum disebut sebagai panggilan balik atau callback HTTP untuk meneruskan informasi dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Informasi yang disediakan oleh webhook biasanya real time ketika sebuah sistem membutuhkannya. Kalau dari sisi pengguna atau user, webhook adalah sarana penerima informasi yang dibutuhkan tentang apapun. Atau disebut juga link URL yang disematkan untuk memaksimalkan penerimaan informasi dalam sebuah aplikasi. Dalam mengirimkan informasi, sistem webhook tidak punya batasan konten atau parsing XML seperti yang terjadi saat menggunakan API. Jadi apapun data yang diinginkan bisa didapat dalam waktu singkat tentang sebuah aplikasi yang pakai sistem webhook. Cara Menggunakan Webhook Tiga cara menggunakan webhook ini bisa Anda coba sesuai kebutuhan, karena masing-masing diterapkan dengan cara yang berbeda. Menerima Data Real Time (Push) Cukup daftarkan webhook pada aplikasi yang Anda inginkan, kemudian secara berkala sistemnya akan memberikan data yang dibutuhkan. Tanpa harus setiap saat membuka aplikasi tersebut. Contohnya untuk notifikasi grup chat, Anda bisa mendapatkan notifikasi secara intens sesuai informasi baru yang masuk ke dalam grup tersebut. Proses Data dan Membalasnya Kalau Anda memiliki aplikasi sendiri dalam sebuah website, maka dengan menggunakan webhook dapat jadi media untuk memperluas aplikasi yang sudah ada kepada pengguna. Contohnya Facebook, ketika Anda menggunakan aplikasi yang ada di sana, webhook akan memberikan notifikasi kepada pengguna. Isi pesan melalui webhook biasanya “Ada yang mengakses aplikasi, apa yang akan dilakukan? Jika Anda membalas, maka webhook akan terus memberikan informasi sesuai yang Anda butuhkan. Komunikasi pesan berbalas akan terus dilakukan webhook selama Anda aktif dan online pada aplikasi tersebut. Google juga menjadi salah satu yang menggunakan webhook salah satunya adalah Google wave. Saat Anda masukkan robot baru, maka akan muncul pesan melalui webhook tentang spesifikasi robot yang baru dimasukkan tersebut. Penerima dan Penerus Data (Pipes) Menggunakan webhook bisa diatur untuk menerima dan meneruskan pesan. Contoh sederhananya, pakai webhook untuk membuat skrip yang bertujuan sebagai sinkronisasi produk baru di website bisnis Anda dengan media sosial twitter. Jadi ketika Anda posting produk, akan langsung ada notifikasi pada twitter yang sudah didaftarkan. Cara Membuat Webhook Proses Webhook bekerja – Sumber : Snapchart.com Untuk para pemula, banyak cara membuat webhook yang akan memudahkan Anda menggunakan situs dan aplikasi apapun. Salah satunya bisa melalui situs www.hook.io dimana pengguna bisa mendapatkan hosting khusus webhook subscription yang bisa digunakan untuk apapun, karena mengakomodir bahasa program Bash, Ruby hingga Javascript. Daftar terlebih dahulu pada website tersebut. Masuk dalam akun webhook Anda dan ambil menu service, lalu lanjut pada pilihan Environment variables. Pilih click to add new key untuk memasukkan bot dan token yang kamu inginkan, kemudian akan muncul value pada bagian kanan box yang tersedia. Simpan pembuatan dengan klik save account environment variables. Saatnya membuat service baru pada akun webhook Anda, masukkan nama endpoint yang diinginkan dan route yang sudah diatur otomatis. Contoh: anda memasukkan nama endpoint lovelove untuk perintah webhook membalas pesan sesuai isi pesan yang akan Anda kirim, maka penulisannya adalah: module [‘exports’] // import module request Var request=require (‘request’); //mengirimkan request ke server API Telegram Request.post(‘https://api.telegram.org/bot’+hook.env.bot_token+’/sendMessage’).form({ ‘chat_id’:hook.params.message.chat.id, ‘text’:hook.params,message,text });
Apa itu Webhooks dan Bagaimana Cara Pakainya?
Webhook juga dikenal sebagai "reverse API". Ini adalah alat yang memungkinkan satu sistem atau aplikasi untuk berkomunikasi dan mengirimkan pemberitahuan secara real-time tentang peristiwa tertentu ke sistem atau aplikasi lain. Pengantar webhook Webhook dikonfigurasi untuk mengirim push notification ke URL tertentu setiap kali ada aktivitas yang terkait dengan peristiwa tertentu terjadi. Misalnya, mari kita kembali ke masa sebelum transfer uang online menjadi tren. Jika Anda harus mentransfer uang kepada seseorang, Anda harus menulis cek atau langsung pergi ke bank. Mungkin bank memerlukan beberapa kali konfirmasi, atau Anda perlu bolak balik ke bank, untuk memastikan semua data benar dan penerima mendapatkan uangnya. Saat ini, Anda dapat mentransfer uang dari perangkat seluler atau komputer Anda dari mana saja kapan saja. Ketika uang dikirim ke penerima, Anda akan diberitahu melalui nomor ponsel atau alamat email Anda yang terdaftar. Anda tidak perlu menelepon siapa pun atau pergi ke bank untuk mendapatkan laporan terbaru. Aplikasi perbankan juga memberi tahu Anda saat tagihan kartu kredit Anda jatuh tempo, saldo Anda hampir habis, atau terjadi transaksi yang tidak sah—tanpa intervensi manual. Pada dasarnya, inilah fungsi webhook. Apa sebenarnya yang dilakukan webhook? Webhook memberikan pembaruan real-time tentang aktivitas web yang relevan dengan organisasi Anda. Ketika suatu peristiwa terjadi di satu sistem atau aplikasi, webhook menginformasikan aplikasi atau sistem lain dengan mengirimkan permintaan "POST" HTTP ke URL tujuan. Untuk menerima data dari webhook, URL yang ditentukan harus bersifat publik dan dimiliki oleh sistem atau aplikasi penerima. Selain itu, harus dikonfigurasi untuk bertindak sebagai endpoint webhook sehingga pemberitahuan dapat diterima oleh sistem. Webhook vs. API Berbeda dengan webhook, API bekerja dengan "polling", yang berarti server Anda berkomunikasi dengan server API untuk memeriksa data baru. Sementara itu, webhook mengirim data secara otomatis, yang jauh lebih efisien. Webhook tidak memerlukan intervensi manual apa pun. Setelah diatur, webhook secara otomatis memantau perubahan pada aplikasi.